Freedom of Expression in the Digital Age between Constitutional Guarantees and the Threat of Criminalization through the Electronic Information and Transaction Law (ITE)
Kebebasan Berekspresi di Era Digital antara Jaminan Konstitusional dan Ancaman Kriminalisasi melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
DOI:
https://doi.org/10.21070/ups.11146Keywords:
Freedom of expression, Constitutional guarantee, CriminalizationAbstract
Freedom of expression is a constitutional right of citizens guaranteed by Article 28E, paragraph (3) of the 1945 Constitution. The development of the digital space has made electronic media the primary means of conveying criticism and public opinion, making regulations governing digital expression increasingly crucial. One such regulation is the ITE Law, which in practice has the potential to criminalize citizens’ digital expression. This study aims to examine the potential for the criminalization of digital expression through the ITE Law and its relationship with the National Criminal Code (KUHP) in restricting freedom of expression. The research method employed is a normative legal analysis using a statutory approach and systematic interpretation, supported by scholarly literature. The research findings indicate that the ambiguous wording of certain articles has the potential to ensnare critical expressions that are, in fact, protected by the Constitution.
Downloads
References
R. O. Ayu, “Tantangan Penerapan Konsep Negara Hukum dalam Era Digital : Studi Kasus UU ITE dan Kebebasan Berekspresi,” vol. 3, no. 4, pp. 2408–2415, 2025, doi: https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.893.
K. Pradipta, “Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Divonis Bebas,” Tempo, p. 1, 2024. [Online]. Available: https://www.tempo.co/infografik/infografik/haris-azhar-dan-fatia-maulidiyanti-divonis-bebas-634
R. Aditya, “Kronologi Kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, Akhirnya Hakim Memvonis Bebas,” suara.com, p. 2, 2024. [Online]. Available: https://www.suara.com/news/2024/01/09/133650/kronologi-kasus-haris-azhar-dan-fatia-maulidiyanti-akhirnya-hakim-memvonis-bebas
BBC News Indonesia, “Jurnalis Tempo diteror paket berisi bangkai tikus yang dipenggal dan kepala babi – ‘Kondisi pers nasional tidak sedang baik-baik saja,’” 2025. [Online]. Available: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cvg5lxnzzv4o
A. Habibie and T. Michael, “Ketimpangan Pena Jurnalis atas Kriminalisasi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers,” Evid. Law, vol. 4, no. 1, pp. 239–249, 2025, doi: https://doi.org/10.59066/jel.v4i1.1078.
D. Hadijaya, “Kriminalisasi Dalam UU ITE ‘Antara Perlindungan Hukum dan Pembungkaman Kebebasan Berekspresi,’” Jurnall Inov. Pendidik., vol. 6, no. 1, pp. 52–61, 2024, [Online]. Available: https://journalpedia.com/1/index.php/jip/article/view/1285
W. Caesario, “Kriminalisasi Kebebasan Berpendapat atas Dasar Pencemaran Nama Baik Ditinjau Berdasarkan Pendekatan Hak Asasi Manusia,” vol. 6, no. 1, pp. 130–144, 2024, doi: https://doi.org/10.37729/amnesti.v6i1.4025 Submitted:
Y. W. Pranata, “Rekonstruksi Pasal 27 Ayat ( 3 ) UU ITE Dan Implikasinya Terhadap Kebebasan Berpendapat Di Indonesia,” vol. 3, no. 2, pp. 41–47, 2025.
A. Dunan and B. Mudjiyanto, “Multitafsir Undang-Undang ITE (Perspektif Edukasi Digitalisasi dan Kebebasan Berekspresi),” Multitafsir Undang. ITE, Promedia, vol. 8, no. 2, pp. 295–316, 2022.
R. Indonesia, “Putusan Nomor 105/PUU-XXII/2024,” no. November, pp. 1–461, 2024.
M. I. Pratama, A. Rahman, and F. Bachmid, “Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Hak Asasi Manusia,” Qawanin J. Ilmu Huk., vol. 3, no. 1, p. 16, 2022.
L. Ariany and S. Perdana, “Batasan Kebebasan Berpendapat di Indonesia Perspektif Hak Asasi Manusia,” Rewang Rencang J. Huk. Lex Gen., vol. 5, no. 12, pp. 1–27, 2025.
Annisa, “Peran Mahkamah Konstitusi dalam Melindungi Hak-hak Konstitusional Warga Negara,” Jurnal Post, p. 1, 2025. [Online]. Available: https://jurnalpost.com/peran-mahkamah-konstitusi-dalam-melindungi-hak-hak-konstitusional-warga-negara/82791/
R. Fedira, K. S. Winharli, A. S. Shafira, N. Kamila, Rahman, and O. Elvira, “Judicial Review Pasal Karet UU ITE : Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No . 105/PUU-XXII/2024 Dalam Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara,” vol. 3, no. 3, pp. 592–598, 2025.
N. R. Putri and H. S. E. S. Nazar, “Mural: Jaminan Dan Batasan Kebebasan Berekspresi Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum,” Restor. Huk., vol. 5, no. 3, pp. 123–141, 2022.
S. R. C. Ningrat and S. A. Nulhaqim, “Pasal Karet UU ITE dan Peyelesaian Konflik Digital di Indonesia,” Epistemik Indones. J. Soc. Polit. Sci., vol. 4, no. 2, pp. 38–52, 2023, doi: 10.57266/epistemik.v4i2.158.
A. International, “Refleksi HUT ke-80 RI: Kemerdekaan 903 orang dijerat UU ITE dan Makar sejak 2018,” Amnesty International, p. 1, 2025. [Online]. Available: https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/refleksi-hut-ke-80-ri-kemerdekaan-903-orang-dijerat-uu-ite-dan-makar-sejak-2018/08/2025/
O. S. Ivani, “Amnesty International Indonesia: 758 Orang Dikriminalisasi dengan UU ITE Sepanjang 2018-2025,” Tempo, 2025. [Online]. Available: https://www.tempo.co/hukum/amnesty-international-indonesia-758-orang-dikriminalisasi-dengan-uu-ite-sepanjang-2018-2025-2059298
O. S. Ivani, “Amnesty International Indonesia Catat 13 Pelanggaran Kebebasan Berekspresi Sepanjang 2024,” Tempo, 2025. [Online]. Available: https://www.tempo.co/hukum/amnesty-international-indonesia-catat-13-pelanggaran-kebebasan-berekspresi-sepanjang-2024-1284960
L. Hakim and E. Hadrian, “Ketentuan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Elektronik Di Indonesia, Overkriminalisasi Atau Bukan?,” J. Lege Ferenda Trisakti, vol. I, pp. 18–29, 2023, doi: 10.25105/ferenda.v1i1.16552.
V. Yuri S.E Pratiwi and D. Ravena, “Kebijakan Restorative Justice terhadap Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik di Media Sosial,” Bandung Conf. Ser. Law Stud., vol. 2, no. 1, pp. 1–9, 2022, doi: 10.29313/bcsls.v2i1.284.
V. No, J. Juni, B. Adityas, W. Wahyono, A. Harahap, and E. Gustian, “Pengaruh Penerapan Undang-Undang ITE Terhadap Tingkat Kejahatan Siber Di Indonesia,” Kaji. Huk. dan Kebijak. Publik, vol. 2, no. 2, pp. 924–930, 2025.
Suhendra and F. S. Pratiwi, “Peran Komunikasi Digital dalam Pembentukan Opini Publik : Studi Kasus Media Sosial,” pp. 293–315, 2024, doi: https://doi.org/10.30589/proceedings.2024.1059.
Y. Safira and A. N. Rohman, “Podcast, Pencemaran Nama Baik, dan Kebebasan Berekspresi : Tinjauan Kritis Hukum Positif di Indonesia,” J. Ilmu Disiplin, vol. 4, no. 6, pp. 4526–4533, 2026, doi: https://doi.org/10.38035/jim.v4i6.1752.
M. R. Cahyono, U. A. Fardila, and I. Tulungagung, “Fungsi komunikasi dan motivasi pengguna tanda tagar (#) di media sosial Indonesia,” vol. 6, no. 2, pp. 191–210, 2021, doi: doi.org/10.21580/icj.2021.6.2.7998.
E. Nuri, “Mengenal Lebih Jauh Citizen Journalism, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya,” Narasi.tv, p. 1, 2023. [Online]. Available: https://narasi.tv/read/narasi-daily/citizen-journalism-adalah
A. Maysa, N. Bakri, M. H. Agusti, and I. Wahyuni, “Penggunaan Bahasa Satir Publik Figur Dalam Komentar Pemberitaan Pamungkas di Sosial Media,” vol. 11, no. 2, pp. 60–65, 2023.
K. Y. Rahayu, “Kasus Bima dan Dinamika Kebebasan Berpendapat di Media Sosial,” Kompas.com, p. 1, 2023. [Online]. Available: https://www.kompas.id/artikel/kasus-bima-dan-dinamika-kebebasan-berpendapat-di-media-sosial
D. E. Nugraheny and D. Prabowo, “Disebut ‘King of Lip Service’, Jokowi: Saya Kira Ini Bentuk Ekspresi Mahasiswa,” Kompas.com, p. 1, 2021. [Online]. Available: https://nasional.kompas.com/read/2021/06/29/15370231/disebut-king-of-lip-service-jokowi-saya-kira-ini-bentuk-ekspresi-mahasiswa?_ga=2.29507126.849947110.1776754283-9015118.1776754281
I. Hamid, “Mengukur Keseimbangan Konten Podcast Bocor Alus Politik Tempo dalam Membahas Isu Pemilu Presiden 2024,” vol. 5, no. 2, pp. 166–179, 2024, doi: https://doi.org/10.25008/caraka.
V. N. Setiawan, “Divonis Bebas oleh Hakim, Ini Kasus Haris Azhar-Fatia Vs Luhut,” CNBC Indonesia, p. 2, 2024. [Online]. Available: https://www.cnbcindonesia.com/news/20240108140005-4-503784/divonis-bebas-oleh-hakim-ini-kasus-haris-azhar-fatia-vs-luhut
A. Diahwahyuningtyas and R. S. Nugroho, “Trending di Medsos Peringatan Darurat dan #KawalPutusanMK, Ada Apa?,” p. 2, 2024. [Online]. Available: https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/21/162406965/trending-di-medsos-peringatan-darurat-dan-kawalputusanmk-ada-apa
M. R. B. Kencana, “Jalan Rusak Berat di Lampung sepanjang 2.745 Km, Kewenangan Pemerintah Pusat Sebenarnya Cuma 22 Km,” Liputan6, p. 1, 2023. [Online]. Available: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5278618/jalan-rusak-berat-di-lampung-sepanjang-2745-km-kewenangan-pemerintah-pusat-sebenarnya-cuma-22-km
A. Z. Azaria, “Satire Kepada Pejabat Pada Progam Tv Lapor Pak Trans 7,” vol. 5, no. 4, pp. 4458–4470, 2025.
J. I. Idris and A. Supandi, “Evaluasi Kebijakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Indonesia; Potret Bibliometric Analysis,” Transparansi J. Ilm. Ilmu Adm., vol. 7, no. 1, pp. 149–162, 2024, doi: 10.31334/transparansi.v7i1.3709.
J. E. R. Marantika, F. Salamena, R. D. Hukubun, A. A. Panggabean, and F. A. Waileruny, “Edukasi Hak dan Kewajiban dalam Bermedia Sosial Berdasarkan UU ITE: Upaya dalam Memberikan Batasan Bereskspresi di Media Sosial pada Masyarakat Desa Allang Asaude,” ABDISOSHUM J. Pengabdi. Masy. Bid. Sos. dan Hum., vol. 4, no. 1, pp. 49–55, 2025, doi: 10.55123/abdisoshum.v4i1.4974.
I. Koto, “Hate Speech Dan Hoax Ditinjau Dari Undang-Undang Ite Dan Hukum Islam,” SOSEK J. Sos. dan Ekon., vol. 2, no. 1, pp. 48–56, 2021, [Online]. Available: https://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/sosek/article/view/125
A. Dirgantara, “Kronologi Adam Deni Ditangkap hingga Berstatus Tersangka di Kasus ITE,” Detik News, p. 1, 2022. [Online]. Available: https://news.detik.com/berita/d-5925146/kronologi-adam-deni-ditangkap-hingga-berstatus-tersangka-di-kasus-ite
D. Bali, “Mahasiswi ITB Unggah Meme Prabowo-Jokowi Berujung Jeratan Hukum,” Detik Bali, p. 1, 2025. [Online]. Available: https://www.detik.com/bali/hukum-dan-kriminal/d-7910309/mahasiswi-itb-unggah-meme-prabowo-jokowi-berujung-jeratan-hukum
D. News, “Kronologi Kasus Indra Kenz: Dipolisikan, Ditahan, hingga Dimiskinkan,” Detik News, p. 1, 2022. [Online]. Available: https://news.detik.com/berita/d-5983601/kronologi-kasus-indra-kenz-dipolisikan-ditahan-hingga-dimiskinkan
CNN Indonesia, “Kronologi ‘Prank’ Sembako ke Waria Youtuber Ferdian Paleka,” CNN Indonesia, p. 1, 2020. [Online]. Available: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200508201138-12-501485/kronologi-prank-sembako-ke-waria-youtuber-ferdian-paleka
R. D. Mayasari, “Kronologi Justice for Audrey: Cerita Prank Bullying Pernah Viral Tahun 2019 di Pontianak, Bagaimana Kabarnya?,” mengerti.id, p. 3, 2023. [Online]. Available: https://www.mengerti.id/news/6649074438/kronologi-justice-for-audrey-cerita-prank-bullying-pernah-viral-tahun-2019-di-pontianak-bagaimana-kabarnya
F. Nathaniel, “Pengunggah Video Persekusi Cikupa Bisa Dijerat UU ITE,” tirto.id, p. 1, 2017. [Online]. Available: https://tirto.id/pengunggah-video-persekusi-cikupa-bisa-dijerat-uu-ite-cz5l
BBC News Indonesia, “Lina Mukherjee divonis dua tahun atas penistaan agama, kasusnya dinilai ‘berlebihan’ - ‘Itu juga dosa dia, bukan dosa kita,’” BBC News Indonesia, p. 1, 2023. [Online]. Available: https://www.bbc.com/indonesia/articles/ckrk1rp9yrdo
M. Arafat and R. Mulyaningsih, “Jaminan Konstitusional Demonstran Dan Uji Proporsionalitas Tindakan Aparat Penegak Hukum,” J. Nomokrasi, vol. 3, no. 2, pp. 193–208, 2025.
J. Neltje and I. Panjiyoga, “Nilai-Nilai yang Tercakup di Dalam Asas Kepastian Hukum,” J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 5, pp. 2034–2039, 2023, [Online]. Available: https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0ANilai-Nilai
K. Y. Pratama and K. N. Karanganyar, “Telaah Politik Hukum dalam Pengaturan Kebebasan Berpendapat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana hak masyarakt dalam menyampaikan pendapat dimuka umum . yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 , o,” no. 3, pp. 65–75, 2025.
R. M. Sari, Z. Ridlwan, and R. Natamihaharja, “Pelembagaan Delik Penghinaan terhadap Pemerintah dalam KUHP Baru: Antara Perlindungan Simbol Negara dan Kebebasan Ekspresi,” Indones. J. Law Justice, vol. 2, pp. 1–9, 2025, doi: https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i3.3893.
A. R. Hendrawan, B. D. A. Ramadhan, B. A. H. Ahdar, and Triana, “Perlindungan Hukum bagi Korban Kejahatan Digital dalam Perspektif UU ITE dan KUHP Andika,” J. Huk. dan Kewarganegaraan, vol. 14, no. 12, p. 12, 2025, doi: doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461.
N. G. Antaguna and A. A. S. L. Dewi, “Pembatasan Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Sosial Media Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ),” Kertha Wicaksana, vol. 17, pp. 138–146, 2023, doi: https://doi.org/10.22225/kw.17.2.2023.138-146.
S. Oktaviani, “Konstitusi Dan Kebebasan Berpendapat di Indonesia : Analisis Keterbatasan dan Perlindungan,” J. Ilm. Ekon. Dan Manaj., vol. 2, no. 7, pp. 174–186, 2024, doi: https://doi.org/10.61722/jiem.v2i7.1864.
Downloads
Additional Files
Posted
Categories
License
Copyright (c) 2026 UMSIDA Preprints Server

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
