Preprint has been submitted for publication in journal
Preprint / Version 1

Quran Journaling to Reduce Stress on Broken Home Junior High School Students

Quran Journaling untuk Menurunkan Stres pada Siswa Sekolah Menengah Pertama yang Broken Home

##article.authors##

DOI:

https://doi.org/10.21070/ups.2790

Keywords:

Expressive Writing Therapy, Quran Journaling

Abstract

Broken home is a family situation that is not harmonious due to disputes that lead to divorce. This situation can have a big impact, especially on students who can bring up stress, which can disrupt individual balance. One of the interventions to reduce stress is the expressive writing therapy type of Quran Journaling. The research method used is quantitative quasi-experimentation. The research subjects were selected based on purposive sampling technique as many as 15 subjects. This research design uses a one group pretest and posttest design. Data analysis using paired sample t-test. The results of the analysis show that the p value = 0.886> 0.05 means that there is no significant change between pre and post, which means that Quran Journaling has no effect on reducing stress experienced by X Junior High School students in Mojokerto who are broken homes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

C. Fatimatuz Zahra and F. Kawuryan, “Coping stress pada remaja broken home,” in PROCEEDING SEMINAR NASIONAL“Selamatkan Generasi Bangsa dengan Membentuk Karakter Berbasis Kearifan Lokal", 2015, pp. 52–62.

S. N. A. Maharani, I. Noviekayati, and Meiyuntariningsih. Tatik, “Efektivitas expressive writing therapy dalam menurunkan tingkat stress pada remaja dengan albino ditinjau dari tipe kepribadian introvertdan ekstrovert,” Jurnal Psikologi Indonesia, vol. 6, pp. 98–110, Oct. 2017, Accessed: Jul. 06, 2022. [Online]. Available: Website: http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona

H. Thahri and W. Sri Ardias, “Pengaruh religiositas terhadap stres pada taruna tingkat I politeknik pelayaran Sumatra Barat,” Jurnal Psikologi Jambi, vol. 4, no. 2, pp. 13–21, 2019.

N. Azmi, “Potensi emosi remaja dan pengembangannya,” Jurnal Pendidikan Sosial, vol. 2, no. 1, pp. 36–46, 2015, doi: https://doi.org/10.31571/sosial.v2i1.50.

M. Barseli, I. Ifdil, and N. Nikmarijal, “Konsep stres akademik siswa,” Jurnal Konseling dan Pendidikan, vol. 5, no. 3, pp. 143–148, Dec. 2017, doi: 10.29210/119800.

P. E. Ramadhani and H. Krisnani, “Analisis dampak perceraian orang tua terhadapanak remaja,” Jurnal Pekerjaan Sosial, vol. 2, no. 1, pp. 109–119, Jul. 2019, doi: https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23126.

R. Sandra and Ifdil, “Konsep stres kerja guru bimbingan dan konseling,” Jurnal Educatio: Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. 1, no. 1, pp. 80–85, 2015, doi: https://doi.org/10.29210/12015254.

A. Diananda, “Psikologi remaja dan permasalahannya,” ISTIGHNA, vol. 1, no. 1, pp. 116–133, Jan. 2018, doi: doi.org/10.33853/istighna.v1i1.20.g21.

Z. Jannah, “Efektivitas expressive writing therapy dalam menurunkan kecemasan santri yang mengalami broken home,” Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, vol. 5, no. 2, pp. 95–104, Dec. 2022, doi: 10.15575/jpib.v5i2.19507.

O. Glass, M. Dreusicke, J. Evans, E. Bechard, and R. Q. Wolever, “Expressive writing to improve resilience to trauma: A clinical feasibility trial,” Complement Ther Clin Pract, vol. 34, pp. 240–246, Feb. 2019, doi: 10.1016/j.ctcp.2018.12.005.

Salmiyati, W. Sulistyaningsih, and E. Ervika, “Kecemasan anak korban bullying: efektifitas terapi menulis ekspresif,” Psychopolytan : Jurnal Psikologi, vol. 4, no. 1, pp. 49–56, Aug. 2020, doi: https://doi.org/10.36341/psi.v4i1.1307.

S. Niman, M. Saptiningsih, and C. Tania, “Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat kecemasan remaja korban bullying,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 7, no. 2, pp. 179–184, 2019, doi: https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.181-184.

A. Azzahra, “Pengaruh menulis ekspresif terhadap tinggat stres mahasiswa,” Jurnal Psikologi, vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2020.

B. Amali and L. E. Rahmawati, “Upaya meminimalisasi kecemasan siswa saat berbicara di depan umum dengan metode expressive writing therapy,” JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan), vol. 8, no. 2, pp. 109–118, 2020, doi: 10.22219/jipt.v8i1.12306.

R. Rosyad, “Pengaruh agama terhadap kesehatan mental,” Syifa al-Qulub Jurnal Studi Psikoterai Sufistik, vol. 1, no. 1, pp. 18–26, 2016, doi: https://doi.org/10.15575/saq.v1i1.3149.

D. P. Hanifah, “Menumbuhkan sikap ilmiah melalui kajian tematik sains qs. al-mu’minun ayat 12-14 menggunakan teknik qur’an jurnal,” S P E K T R A: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, vol. 6, no. 2, pp. 156–167, Oct. 2020, doi: http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v6vi2i.160.

D. Ufieta Syafitri, A. Azmi Laksmiwati, and A. Abdi Aziz, “Terapi menulis ekspresif berbasis onlineuntuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa fakultas psikologi unissula,” INTUISIJURNAL PSIKOLOGI ILMIAH, vol. 13, no. 1, pp. 83–99, 2021, doi: https://doi.org/10.15294/intuisi.v13i1.26388.

S. Hartini, S. Handayani, G. Levina, and R. Andika Yusri, “Efektivitas terapi menulis ekspresif dalam menurunkan public speaking anxiety pada korban bullying,” Jurnal Imiah Psikologi, vol. 9, no. 2, 2021, doi: 10.30872/psikoborneo.

P. N. Sari, “Hubungan tingkat stres dalam menghadapi objective structured clinical examination (osce) dengan kualitas tidur pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah Sumatera Utara,” Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, 2020.

F. A. Rovieq, F. Nashori, and Y. D. Astuti, “Terapi menulis ekspresif untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif remaja dengan lupus,” Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, vol. 6, no. 1, pp. 79–92, May 2021, doi: 10.33367/psi.v6i1.1351.

T. D. Hastjarjo, “Rancangan eksperimen-kuasi,” Buletin Psikologi, vol. 27, no. 2, Dec. 2019, doi: 10.22146/buletinpsikologi.38619.

F. Nugraha, A. Y. Ginanjar, and Nurhasanah, “Penerapan metode drill untuk meningkatkan kemampuan membaca pada mata pelajaran bahasa indonesia,” Biormatika: Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, vol. 8, no. 1, 2022, doi: https://doi.org/10.35569/biormatika.v8i1.1147.

N. Made Diah Kartika Sari and I. Nengah Sumirta, “Terapi menulis ekspresif terhadap tingkat kecemasan pada odha,” Jurnal Gema Keperawatan, vol. 12, no. 1, pp. 22–27, 2019.

S. Hartini, Willy, Fransisca, S. Handayani, G. Levina, and R. Andika Yusri, “Efektivitas terapi menulis ekspresif dalam menurunkan public speaking anxiety pada korban bullying,” Jurnal Imiah Psikologi, vol. 9, no. 2, pp. 440–451, 2021, doi: 10.30872/psikoborneo.

D. W. Ningtiyas, “Validasi modul expressive writing therapy (terapi menulis ekspresif) untuk warga binaan,” 2020.

I. Himawanti, “Terapi Menulis Sebagai Media Muhasabah Untuk Menurunkan Tingkat Stres,” JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, vol. 2, no. 2, pp. 137–152, Nov. 2022, doi: 10.28918/jousip.v2i2.6537.

P. N. Sarahdevina and A. Yudiarso, “Studi meta analisis: Efektivitas terapi menulis dalam menurunkan kecemasan orang dewasa dengan pengalaman traumatis,” Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, vol. 10, no. 1, pp. 278–283, Jan. 2022, doi: 10.22219/jipt.v10i1.17245.

Posted

2023-08-28