Preprint has been published in a journal as an article
Preprint / Version 1

The Relationship Between Emotional Regulation and Subjective Well Being in Adolescents Living in Islamic Boarding Schools

Hubungan Regulasi Emosi dengan Subjective Well Being pada Remaja yang Tinggal di Pondok Pesantren.

##article.authors##

DOI:

https://doi.org/10.21070/ups.2485

Keywords:

Adolescents, Emotion Regulation, Islamic Boarding School, Subjective Well Being

Abstract

The variables of this study are emotion regulation as the independent variable (X) and subjective well being as the dependent variable (Y). This research design uses a correlational approach with a sample of 108 students, using probability sampling technique with simple random sampling type. This research instrument is the Satisfaction With Life Scale (SWLS) and Scale of Positive An Negative Experience (SPANE) with Cronbach's Alpha reliability of 0.877 to measure subjective well being. The Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) with Cronbach's Alpha reliability of 0.730 to measure emotion regulation. Data analysis in this study used Pearson product moment correlation. The results of data analysis show that there is no significant relationship between emotion regulation and subjective well being in adolescents at boarding schools with a sig value. 0,383 (p<0,05).

Downloads

Download data is not yet available.

References

P. S. Watianan, “Hubungan antara regulasi emosi dengan subjective well being pada mantan penderita kusta didusun sumberglagah, mojokerto,” vol. 7, no. 2, pp. 44–68, 2018.

O. K. R. W. D. Pratisti, “Hubungan antara regulasi emosi dengan kesejahteraan subjektif pada remaja,” J. Geotech. Geoenvironmental Eng. ASCE, vol. 120, no. 11, pp. 2–14, 2015.

S. Aesijah, N. Prihartanti, and W. D. Pratisti, “Pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kebahagiaan remaja panti asuhan yatim piatu,” Indig. J. Ilm. Psikol., vol. 1, no. 1, pp. 39–47, 2016, doi: 10.23917/indigenous.v1i1.1792.

A. Rakhmawaty, T. Afiatin, and R. I. S. Rini, “Pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan subjective well being pada penderita diabetes mellitus,” J. Interv. Psikol., vol. 3, no. 2, pp. 187–209, 2011, doi: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art3.

Jati Ariati, “Subjective well-being (kesejahteraan subjektif) dan kepuasan kerja pada staf pengajar (dosen) di lingkungan fakultas psikologi universitas diponegoro,” J. Psikol. Undip, vol. 8, no. 2, pp. 117–123, 2010.

A. Rakhmawaty, T. Afiatin, R. Indahria, and S. Rini, “Peningkatan subjective well being pada penderita diabetes mellitus effect of emotion regulation training on subjective well being of diabetes mellitus patients,” J. Interv. Psikol., vol. 3, no. 2, pp. 187–209, 2011.

A. K. Rosyadi and H. Laksmiwati, “Hubungan antara grit dengan subjective well-being pada mahasiswa psikologi univesitas negeri surabaya angkatan 2017 hubungan antara grit dengan subjective well-being pada mahasiswa psikologi universitas negeri surabaya angkatan 2017 ahmad kholil rosyadi,” Character J. Psikol., vol. 5, no. 2, pp. 1–6, 2018.

E. Septarianda, M. N. Malay, and K. Ulfah, “Hubungan forgiveness dengan subjective well-being pada remaja di panti asuhan,” J. Psikol. Malahayati, vol. 2, no. 1, pp. 83–91, 2020, doi: 10.33024/jpm.v2i1.2488.

F. I. P. Sari and A. S. Maryatmi, “Hubungan antara konsep diri (dimensi internal) dan optimisme dengan subjective well-being siswa sma marsudirini bekasi,” Ikraith-Humaniora, vol. 3, no. 1, pp. 23–29, 2019.

M. Pritaningrum and H. Wiwin, “Penyesuaian diri remaja yang tinggal di pondok pesantren modern nurul izzah gresik pada tahun pertama,” J. Psikol. Kepribadian dan Sos., vol. 2, no. 3, pp. 134–142, 2013, [Online]. Available: https://eur-lex.europa.eu/legal-content/PT/TXT/PDF/?uri=CELEX:32016R0679&from=PT%0Ahttp://eur-lex.europa.eu/LexUriServ/LexUriServ.do?uri=CELEX:52012PC0011:pt:NOT

M. Nisfiannor, Rostiana, and T. Puspasari, “Hubungan antara komitmen beragama dan subjective well-being pada remaja akhir di universitas tarumanagara,” J. Psikologi, vol. 2, no. 1, p. 93, 2004.

M. K. A. Irwansyah, “Pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kesejahteraan subjektif remaja pondok pesantren,” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017.

S. N. Azizah, “Penyesuaian diri santri baru di pondok pesantren,” Skripsi, pp. 1–9, 2021.

U. Memperoleh, G. Sarjana, and V. Z. Ningrum, “Perilaku sosial santri di pondok pesantren tarbiyatul muballighin desa reksosari kecamatan suruh kabupaten semarang,” Solidar. J. Educ. Soc. Cult., vol. 8, no. 2, pp. 749–761, 2019.

E. P. A. Fadhillah, “Hubungan Antara Psychological Well-Being Dan Happiness Pada Remaja Di Pondok Pesantren,” J. Ilm. Psikol., vol. 9, no. 1, p. 100726, 2016.

S. Maslihah, “Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subyektif anak didik lembaga pembinaan khusus anak,” J. Psikol. Insight Dep. Psikol., vol. 1, no. 1, pp. 82–94, 2017, [Online]. Available: www.republika.co.id.

sri hesti Rahayu, “Hubungan regulasi emosi terhadap subjective well being pada remaja dengan orang tua bercerai,” Universitas Muhammadiyah Malang, 2018.

H. Xiaohang, P. Shuangxia, and B. Han, “A new image matching algorithm based on the relative position of intensity,” Proc. 2007 10th IEEE Int. Conf. Comput. Aided Des. Comput. Graph. CAD/Graphics 2007, pp. 197–201, 2007, doi: 10.1109/CADCG.2007.4407880.

M. Q. A’yun, F. Tentama, and N. Z. Situmorang, “Gambaran subjective well being pada remaja perempuan di pondok pesantren,” Temu Ilm. Psikol. Positif I. Semin. dan Call Pap. “ Posit. Psychol. Deal. with Multigeneration”. Univ. Pertamina Jakarta, pp. 2–7, 2018.

Sulastri, “Pengaruh pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan subjective well Being pada remaja panti asuhan putri ringsewu,” ANFUSINA J. Psychol., vol. 3, no. 2, pp. 157–166, 2020, doi: 10.24042/ajp.v3i2.9298.

S. Diener, Ed; Emmons, Robert A.; Larsen, Randy J.; Griffin, “The satisfaction with life scale,” Meas. Eval. Couns. Dev., vol. 45, no. 1, pp. 18–31, 2012, doi: 10.1177/0748175611422898.

M. Oktaviana and S. Wimbarti, “Validasi klinik strenghts and difficulties questionnaire (SDQ) sebagai instrumen skrining gangguan tingkah laku,” J. Psikol., vol. 41, no. 1, p. 101, 2014, doi: 10.22146/jpsi.6961.

F. Maria, “Pengaruh subjective well-being terhadap intensitas penggunaan media sosial instagram pada remaja di DKI Jakarta,” Fak. Pendidik. Psikol. Progr. Stud. S1 Psikol. Univ. Negeri Jakarta, pp. 1–201, 2019, [Online]. Available: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/3068

H. S. Rahayu, “Hubungan regulasi emosi dengan subjective well being pada remaja dengan orangtua bercerai,” Cognicia, vol. 8, no. 2, pp. 178–190, 2020, doi: 10.22219/cognicia.v8i2.11537.

Y. N. E. Sary, “Perkembangan kognitif dan emosi psikologi masa remaja awal,” J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 01, no. 01, pp. 6–12, 2017.

D. Nancy and U. Fajar T., “Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku disiplin santri madrasah aliyah pondok pesantren qodratullah Langkan,” Psikis J. Psikol. Islam., vol. 2, no. 1, pp. 16–28, 2017.

N. I. Agustini, “Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Menurunkan Stres Pada Remaja Pondok Pesantren,” vol. 14, pp. 1–27, 2021.

D. Haryanti, E. M. Pamela, and Y. Susanti, “Perkembangan Mental Emosional Remaja Di Panti Asuhan,” J. Keperawatan Jiwa, vol. 4, no. 2, pp. 97–104, 2016.

M. Tarigan, “Hubungan dukungan sosial dengan subjective well being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal,” J. Divers., vol. 4, no. 1, p. 1, 2018, doi: 10.31289/diversita.v4i1.1565.

N. Ulfi, “Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being pada remaja awal (studi korelasi terhadap peserta didik kelas ix smp negeri 1 lembang tahun ajaran 2020/2021).,” 2016.

Posted

2023-08-23