Preprint has been submitted for publication in journal
Preprint / Version 1

The Relationship Between Parenting Styles and People-Pleasing Conditions in Adolescents in Sidoarjo

Hubungan Pola Asuh dan Kondisi People Pleaser Pada Remaja di Sidoarjo

##article.authors##

DOI:

https://doi.org/10.21070/ups.10757

Keywords:

parenting style, people pleaser, adolescents

Abstract

This study examines the relationship between parenting styles and people-pleasing tendencies among adolescents in Sidoarjo. Using a quantitative correlational design, data were collected from 339 adolescents aged 13–24 years living with their parents through questionnaires on parenting styles and people-pleasing behavior. The analysis employed Spearman’s correlation test. Results show that most respondents fall into the moderate category of people-pleasing tendencies. Furthermore, a significant positive relationship was found between parenting styles and people-pleasing tendencies (r = 0.548; p < 0.05), indicating that higher levels of parenting are associated with stronger tendencies to please others. These findings suggest that parenting plays an important role in shaping adolescents’ behavior. Therefore, balanced parenting is needed to help adolescents develop a healthy sense of self and avoid excessive people-pleasing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

j.w. santrock, life span development (perkembangan masa hidup). jakarta: erlangga, 2012.

h. hendri, “peran pola asuh orang tua terhadap pembentukan konsep diri pada anak,” -taujih bimbing. dan konseling islam,” taujih bimbing dan konseling islam, vol. 2 (2), 2019, doi: 10.22373/taujih.v2i2.6528.

r. r. alfahmi, s. r. fateha, w. p. syarifatul millah, f. lestari, dan s. hamidah, “kajian mendalam mengenai people pleaser dan dampak psikologis pada pelakunya”.

f. herdyanti dan m. margaretha, “hubungan antara konsep diri dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada remaja awal,” j psikol undip, vol. 15, no. 2, 2017, doi: 10.14710/jpu.15.2.92-98.

s. newman, the book of no: 250 ways to say it and mean it—and stop people-pleasing forever. new york: mcgraw-hill.

merriam-webster, “people pleaser,” merriam-webster.com dictionary.” [daring]. tersedia pada: https://www.merriam-webster.com/dictionary/people%20pleaser

a. r. d. utami dan f. fitriani, “hubungan antara people pleaser dan perilaku bullying pada remaja,” univ. pendidik. indones., [daring]. tersedia pada: https://repository.upi.edu/70607/

r. f. baumeister and m. r. leary, “the need to belong: desire for interpersonal attachments as a fundamental human motivation,” psychol. bull., vol. 117.

b. d. pratama dan s. suharnan, “hubungan antara konsep diri dan internal locus of control dengan kematangan karir siswa sma,” psikol indones., vol. 3, no. 3, 2015, doi: 10.30996/persona.v3i03.411.

l. f. seltzer, “the people-pleaser’s dilemma: why you can’t say ‘no’,” psychology today.” [daring]. tersedia pada: https://www.psychologytoday.com/us/blog/evolution-the-self/202107/the-people-pleasers-dilemma-why-you-cant-say-no

r. f. baumeister dan m. r. leary, “fundamental human motivation,” psychol. bull., vol. 117, no. 3, hlm. 497–552, 1995.

f. r. zalika dan a. t. nisa, “the relationship between self boundaries and people pleaser behavior in islamic guidance and counseling students at uin raden mas said surakarta,” vol. 12, no. 2, 2024.

n. d. aulia dan a. fitriani, “hubungan antara anxiety attachment dengan people pleaser pada siswa sma x di kota semarang,” vol. 01, no. 01, 2025.

r. muhana, “hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan perilaku people pleaser pada mahasiswa di unissula,” vol. 02, no. 03.

n. a. devina dan s. murdiana, “the relationship between self-acceptance and people pleaser in late adolescents who experienced parental divorce”.

s. yousaf, “the relation between self-esteem, parenting style and social anxiety in girls,” 2015.

“‘setiap anak dilahirkan di atas fitrah...’ hadis riwayat nabi muhammad saw,” shahih al-bukhari dan shahih muslim.

a. s. fadhila, “pola asuh orang tua, dan parental attachment pada kemandirian emosional santri pondok pesantren x,” fakultas psikologi, universitas islam negeri syarif hidayatullah jakarta, jakarta.

“sugiyono.”

k. h. grobman, “parenting styles - original to contemporary research and applications”.

f. herdyanti dan m. margaretha, “hubungan antara konsep diri dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada remaja awal,” j. psikol. undip, vol. 15, no. 2, hlm. 92, mei 2017, doi: 10.14710/jpu.15.2.92-98.

“437-article text-1115-1-10-20160425.”

n. nabila louw dan a. r. rahmatulloh, “orang tua vs anak: kajian pola asuh otoriter orang tua terhadap kecemasan sosial pada remaja,” j. integrasi ris. psikol., vol. 2, no. 1, hlm. 14–19, jan 2024, doi: 10.26486/intensi.v2i1.3835.

h. khatimah dan s. e. purnamasari, “dibesarkan dalam kekangan, tumbuh dengan kecemasan: studi tentang pola asuh otoriter dan kecemasan sosial pada masa dewasa awal,” e.

d. r. f. f. moctar dan d. i. kahina, “hubungan pola asuh otoriter orang tua dengan sikap insecure pada siswa,” publik publ. layanan bimbing. dan konseling islam, vol. 1, no. 2, hlm. 10–18, jun 2022, doi: 10.47945/publik.v1i2.729.

faidatul aulia ratna furi dan i. rachmawati, “hubungan pola asuh orang tua otoriter terhadap penerimaan diri siswa smp,” teach. learn. dev., vol. 3, no. 1, hlm. 36–41, apr 2025, doi: 10.62672/telad.v3i1.41.

e. l. deci, a. h. olafsen, dan r. m. ryan, “self-determination theory in work organizations: the state of a science,” annu. rev. organ. psychol. organ. behav., vol. 4, no. 1, hlm. 19–43, mar 2017, doi: 10.1146/annurev-orgpsych-032516-113108.

a. yuladi dan m. mardianto, “hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan codependency dalam pertemanan dekat di kalangan mahasiswa psikologi universitas negeri padang,” tsaqofah, vol. 5, no. 6, hlm. 6753–6765, nov 2025, doi: 10.58578/tsaqofah.v5i6.7884.

“penelitian lavy dan mikulincer (2020).”

Posted

2026-04-24