Preprint has been submitted for publication in journal
Preprint / Version 1

Regional Boundary Determination under Ministerial Regulation No. 141 of 2017 in the Perspective of the Archipelagic Principle

Penentuan Batas Daerah Dalam Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 Perspektif Asas Kenusantaraan

##article.authors##

DOI:

https://doi.org/10.21070/ups.10441

Keywords:

Boundary Delimitation, Archipelagic Principle, Archipelagic State

Abstract

Territorial boundary disputes in Indonesia’s archipelagic regions reveal weaknesses in governance systems that insufficiently integrate technical, legal, and social dimensions. The dispute over four islands between Aceh and North Sumatra, exacerbated by issues in the 2025 Minister of Home Affairs Decree and subsequent presidential involvement, exposes flaws in administrative boundary arrangements. Existing studies largely emphasize technical and procedural aspects, with limited analysis of regulatory conformity to the archipelagic principle enshrined in the 1945 Constitution and Law No. 12/2011. This research examines the alignment of Minister of Home Affairs Regulation No. 141 of 2017 on Regional Boundary Affirmation with the archipelagic principle and proposes a more inclusive framework for archipelagic governance. The findings show that the regulation reflects territorial integrity and legal unity, yet addresses social and historical unity only reactively during conflicts. Normative reform is therefore necessary to proactively integrate social, historical, and cultural dimensions in boundary regulation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

S. H. Putri Maharani, P. Santoso, dan A. Sukendro, “Konflik Batas Wilayah Daerah Pemekaran Kepulauan Seribu Mengancam Keamanan Nasional,” JKRK, vol. 4, no. 1, hlm. 40, Feb 2022, doi: 10.24198/jkrk.v4i1.37915.

I. V. M. Kapahese, “Tinjauan Tentang Penyelesaian Sengketa Batas Wilayah Antar Negara Menurut Perspektif Hukum Internasional,” LEX ADMINISTRATUM, vol. 9, no. 3, Apr 2021, Diakses: 21 Februari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/33228

Farhan Setyo Oetomo, “Sentralisasi Kewenangan dalam Pengelolaan Pertambangan atas Penurunan Peran Pemerintah Daerah dalam Pembaharuan hukum pertambangan,” JURMIE, vol. 2, no. 5, hlm. 380–396, Mei 2025, doi: 10.71282/jurmie.v2i5.340.

J. P. Sagala dan G. Liauw, “Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Food Estate Di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah,” eprints.ipdn.ac.id, Jun 202M, Diakses: 21 Februari 2026. [Daring]. Tersedia pada: http://eprints.ipdn.ac.id/24908/

T. Alfath dan M. Q. Q. Muhajjjalin, “Application of the Kenusantaraan Principle in the Formation of Customary Criminal Law in Regional Regulations: Penerapan Asas Kenusantaraan pada Konstruksi Hukum Pidana Adat dalam Peraturan Daerah,” Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam, vol. 11, no. 1, hlm. 77–93, Jun 2025, doi: 10.15642/aj.2025.11.1.77-93.

K. Turmudzi, “Penerapan Konsep Pluralisme Hukum Sally Falk Moore dalam Penyelesaian Konflik di Tingkat Pemerintahan Daerah,” JHCJ, vol. 5, no. 1, hlm. 29–42, Mei 2025, doi: 10.30588/jhcj.v5i1.2066.

N. Nuraini, A. Satria, E. S. Wahyuni, dan D. G. Bengen, “Mekanisme dan Kunci Keberhasilan Pengelolaan Kolaborasi Ekowisata Bahari di Kawasan Konservasi Raja Ampat,” BIMSEKP, vol. 10, no. 1, hlm. 25, Jun 2024, doi: 10.15578/marina.v10i1.13054.

H. N. Rosalina, “Rekonstruksi Regulasi Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Sebagai Dasar Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif Antara Indonesia Dan Vietnam Di Laut Natuna Utara Yang Berbasis Nilai Keadilan,” Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2024.

D. K. Hayati, A. Q. Rosyidah, dan L. A. Nabillah, “Urgensi Pengaturan Daerah Kepulauan Ditinjau Dari Perspektif Hukum Sebagai Negara Kepulauan,” ciastech, vol. 6, no. 1, hlm. 359, Des 2023, doi: 10.31328/ciastech.v6i1.5281.

M. Fachri, “Upaya Pemerintah Dalam Mengurangi Pelanggaran Tapal Batas Indonesia-Malaysia (Studi Kasus Kabupaten Nunukan),” El-Iqthisadi, vol. 2, no. 1, hlm. 54, Jun 2020, doi: 10.24252/el-iqthisadi.v2i1.13868.

S. H. ; P. D. T. S. D. Tahegga Primananda Alfath, DISERTASI (433) - Prinsip Kenusantaraan Dalam Materi Muatan Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku Secara Nasional. Fakultas Hukum Unair, 2024. Diakses: 4 Oktober 2025. [Daring]. Tersedia pada: //all.fh.unair.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D23905%26keywords%3Dtahegga

H. Herwantono, “Rekonstruksi Regulasi Pemanduan Dan Penundaan Kapal Untuk Peningkatan Keselamatan Pelayaran Perlindungan Dan Lingkungan Maritim Berbasis Nilai Keadilan,” UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG, 2023.

M. Risnain, “The Concept of the Archipelagic Province and Archipelagic State in the Perspective of National and International Law,” LaJIL, vol. 3, no. 2, hlm. 73–84, Nov 2021, doi: 10.25041/lajil.v3i2.2367.

A. Razak, “Mewujudkan Pemilu Adil dan Bermartabat: Suatu Tinjauan Sistem Hukum Lawrence M. Friedman,” JF, vol. 12, no. 2, hlm. 471–488, Des 2023, doi: 10.34304/jf.v12i2.185.

N. S. Sinta dan T. P. Alfath, “Urgensi Asas Kenusantaraan dalam Materi Muatan Peraturan Tentang Energi Baru Terbarukan,” 2025.

G. Adiati, L. A. Krisna, A. Rachmad, M. Iqbal, dan Z. Ulya, “Tantangan Hukum dalam Penetapan Tapal Batas Desa: Studi Kasus Gampong Meurandeh Dayah”.

S. K. Seke, M. A. Wijono, F. A. Papu, dan Y. Arman, “Analisis Dampak Sosial Ekonomi Sengketa Perbatasan Naktuka pada Masyarakat Adat Amfoang dan Ambenu,” vol. 3, 2025.

R. K. Ningsih dan H. Tuasikal, “Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Tanah”.

E. S. Dewi, “Pengaruh Konflik Terhadap Disparitas Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jambi,” 2025.

J. Helandri, Rinaldi Efendi, Rismanda Septri Giyanti, Bobi Susanto, Syefi Aulia Agustiani, dan Syifa Aulia Agustiana, “Efektivitas Penerapan Prinsip Negara Hukum dalam Kebijakan Desentralisasi di Indonesia,” hutanasyah, vol. 4, no. 1, hlm. 101–120, Agu 2025, doi: 10.37092/hutanasyah.v4i1.1299.

P. W. Y. Toloh dan V. Pangau, “Urgensi Lembaga Negara Independen Penyelesaian Konflik Pertanahan Dan Proses Penyelesaian Yang Berbasis Teori Hukum Progresif,” vol. 13, no. 2, 2023.

Posted

2026-02-25