This preprint has been published elsewhere.
Preprint / Version 1

A Legal Analysis of Evidence and Law Enforcement for Victims of Deepfake Pornography in Indonesia

Analisis Yuridis Pembuktian dan Penegakan Hukum Korban dalam Deepfake Pornografi di Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21070/ups.11586

Keywords:

deepfake pornography, digital evidence, legal protection, personal data, cybercrime

Abstract

The misuse of deepfake technology for non-consensual pornography constitutes a complex hybrid crime in Indonesia, causing normative overlaps across multiple laws. Employing a normative legal method, this study analyzes statutory regulations including the Criminal Code, KUHAP, ITE Law, Pornography Law, TPKS Law, PDP Law, and Copyright Law, supplemented by relevant literature. Findings reveal that electronic evidence mechanisms require multi-layered validation, combining content verification, biometric identification, and digital forensics to detect pixel manipulation. Although victims can pursue redress through criminal avenues or civil unlawful act lawsuits under Article 1365 of the Civil Code, remedy implementation remains sub-optimal due to regulatory lag, limited law enforcement forensic capacity, and low digital legal literacy. Consequently, substantive legal reforms regarding AI-based crimes and integrated forensic infrastructure are necessary.

References

H. Prayoga dan H. Tuasikal, “Penyebaran Konten Deepfake Sebagai Tindak Pidana: Analisis Kritis Terhadap Penegakan Hukum Dan Perlindungan Publik Di Indonesia,” Abdurrauf Law and Sharia, vol. 2, no. 1, hlm. 22–38, Mei 2025, doi: https://doi.org/10.70742/arlash.v2i1.194

Fabrizio Richardo Marvil Wanggai, Made Sugi Hartono, dan Ni Putu Ega Parwati, “Analisis Normatif terhadap Penyebaran Deepfake Sebagai Bentuk Kejahatan Siber di Indonesia,” Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, vol. 3, no. 1, hlm. 122–130, Feb 2026, doi: https://doi.org/10.62383/majelis.v3i1.1509

I. Leliana, G. Irhamdhika, A. Haikal, R. Septian, dan E. Kusnadi, “Etika dalam Era Deepfake: Bagaimana Menjaga Intregitas Komunikasi.” Visikom, vol. 22, no. 02, pp. 234–243, Jan. 2024. doi: https://doi.org/10.22441/visikom.v22i02.24229

Cerens Amanda Gea Pitaloka, “Penyalahgunaan Teknologi Deepfake untuk Konten Pornografi Non-Konsesual di Indonesia,” Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 2, hlm. 74–81, Apr 2025, doi: https://doi.org/10.62383/humif.v2i2.1475

Memei Apriana, Fransisco, and Any Nugroho, “ Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban Tindak Pidana Kejahatan Artificial Intelegent (AI) Deepfake Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ”, JSER, vol. 7, no. 1, pp. 57-75, Apr. 2025. https://doi.org/10.54783/jser.v7i1.796

Y. Meliana, “Urgensi Formulasi Perlindungan Hukum dan Kepastian Pidana terhadap Pengaturan Tindak Pidana Deepfake dalam Sistem Hukum Pidana Nasional”, jhlg, vol. 6, no. 7, Jun 2025. doi: https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.1087

Nurul Aulia Fitriani dan Endik Wahyudi, “Kebijakan Formulasi Tindak Pidana Deepfake Dalam Undang-Undang Informadi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Dan Undang-Undang Perlindungan Data Pibadi (UU PDP) Di Indonesia,” Jurnal Hukum to-ra : Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, vol. 12, no. 1, hlm. 157–169, Apr 2026, doi: https://doi.org/10.55809/tora.v12i1.647

C. T. Noerman and A. L. Ibrahim, “Kriminalisasi Deepfake Di Indonesia Sebagai Bentuk Pelindungan Negara”, JULR, vol. 7, no. 2, pp. 603–621, Jun. 2024, doi: https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8995

Maria Karunia Putri Maan, Heryanto Amalo, dan Ngongo Dede, “Analisis Perlindungan Hukum terhadap Penyimpangan Artificial Intelligence dalam Tindak Pidana Deepfake Pornografi Berdasarkan Hukum Pidana,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, vol. 4, no. 1, hlm. 296–307, Jan 2025, doi: https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5071

S. J. Al-Ayoubi and M. A. Suharto, “Pemidanaan Kepada Pelaku Konten Pornografi Menggunakan Aplikasi Deepfake Pada Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia”, UNESREV, vol. 8, no. 1, pp. 163–173, Sep. 2025, doi: https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2464

Niken Fernanda, Efi Lailatun Nisfah, Essa Hertiana, dan Tasya Fatah Putri Irawan, “Perlindungan Korban dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, vol. 3, no. 2, hlm. 1041–1050, Mei 2025, doi: https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1268

A. Z. Nirmala dan Nunung Rahmania, “Transformasi Bentuk Pelecehan Seksual Dalam Era Kecerdasan Buatan: Tinjauan Hukum Indonesia,” Unizar Law Review, vol. 8, no. 1, hlm. 77–90, Jun 2025, doi: https://doi.org/10.36679/ulr.v8i1.96

S. D. Diputra, “Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Kasus Kekerasan Berbasis Digital di Indonesia,” Jurnal Legalitas, vol. 2, no. 2, hlm. 83–92, Jul 2024, doi: https://doi.org/10.58819/jle.v2i2.168

D. T. Wicaksono, Niken Putri Lestari, and Friyandi Prasetya, “Penegakan Hukum Pelaku Tindak Pidana Artificial Intelegence (Deepfake) Dalam Perspkektif Hukum Positif Indonesia”, Jurnal Fakta Hukum, vol. 4, no. 2, pp. 63–70, Mar. 2026. doi: https://doi.org/10.58819/jfh.v4i2.233

S. Nurkholisah, D. Rismana, A. E. Nugroho, A. Munjiyah, dan Q. Ayunisa, “Tantangan Kriminalisasi Deepfake dalam Hukum Pidana Indonesia Challenges in Criminalizing Deepfakes under Indonesian Criminal Law,” Jurnal USM Law Review, vol. 8, 2025, doi: https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13060

M. Y. Aldianto and R. R. Phahlevy, “Hak Remisi bagi Narapidana Pasca Amandemen Konstitusi”, jcl, vol. 1, no. 3, p. 20, Jul. 2024. https://doi.org/10.47134/jcl.v1i3.2958

E. R. . Wati and A. . Fatah, “Buku Ajar Hukum Pidana”, umsidapress, pp. 1–118, Aug. 2021. doi: https://doi.org/10.21070/2020/978-623-6833-81-0

N. Efendi and M. T. Multazam, “Afiliator Liability and Digital Evidence in Binary Option Fraud Prosecution: Tanggung Jawab Afiliator dan Bukti Digital dalam Penuntutan Penipuan Opsi Biner”, ijler, vol. 20, no. 4, p. 10.21070/ijler.v20i4.1353, Oct. 2025. doi: https://doi.org/10.21070/ijler.v20i4.1353

C. Agatha and R. Rahaditya, “Fragmented Digital Forensic Standards in Indonesian Criminal Evidence: Standar Digital Forensik yang Terfragmentasi dalam Pembuktian Pidana Indonesia”, ijler, vol. 21, no. 2, p. 10.21070/ijler.v21i2.1558, May 2026. doi: https://doi.org/10.21070/ijler.v21i2.1558

I. Efendi dan E. Rosnawati, “P a g e | 1 Digital Forensic Legal Analysis in Proving Online Sexual Crime Cases Against Children [Analisis Yuridis Digital Forensik dalam Pembuktian Kasus Tindak Pidana Seksual Daring Terhadap Anak].” doi: https://doi.org/10.21070/ups.8808

Posted

2026-08-10