RAW DATA WAWANCARA
Informan: Kepala Madrasah
Lokasi: MI Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School Sidoarjo
Tanggal: 5 Mei 2026
Topik: Implementasi Program Bilingual

P: Bagaimana pelaksanaan program bilingual di sekolah?
KS: Program bilingual sudah berjalan kurang lebih delapan tahun. Program ini dilaksanakan secara konsisten untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran dan komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah.

P: Bagaimana perencanaan program bilingual dilakukan?
KS: Sekolah menyelaraskan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Cambridge agar tidak terjadi tumpang tindih. Kurikulum Cambridge digunakan sebagai pengayaan, terutama pada pembelajaran Matematika dan Sains, sementara capaian pembelajaran nasional tetap menjadi acuan.

P: Apa bentuk dukungan sekolah terhadap program bilingual?
KS: Sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan yang kuat, penyediaan sarana pembelajaran, pengalokasian anggaran operasional, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program. Sekolah juga membentuk tim pengembangan bahasa untuk membantu menjaga konsistensi penggunaan bahasa Inggris.

P: Bagaimana pengawasan terhadap pelaksanaan program?
KS: Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan supervisi kelas. Kepala madrasah melakukan kunjungan kelas untuk melihat efektivitas guru dalam menyampaikan materi dengan penggunaan bahasa Inggris.

P: Apa saja kegiatan yang mendukung kemampuan bahasa Inggris siswa?
KS: Ada English Speaking setiap minggu, English Performer, kegiatan bercerita, pidato, dialog sederhana, pembuatan vlog berbahasa Inggris, serta kegiatan pembelajaran bersama native speaker melalui English Fund.

P: Apa kendala utama dalam pelaksanaan program?
KS: Kemampuan bahasa Inggris siswa berbeda-beda, terutama siswa kelas rendah. Guru terkadang membutuhkan waktu lebih banyak untuk menerjemahkan materi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sehingga waktu untuk latihan dan diskusi menjadi berkurang.

P: Bagaimana dampak program bilingual terhadap siswa?
KS: Dampaknya terlihat pada penguasaan kosakata, pemahaman instruksi, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri siswa. Kemampuan bahasa Inggris juga mendukung prestasi akademik siswa, termasuk dalam kegiatan olimpiade Matematika dan Sains.

P: Apa upaya sekolah untuk menjaga keberlanjutan program?
KS: Sekolah terus memperkuat sarana prasarana, meningkatkan kompetensi guru melalui KKG Bahasa Inggris, menggunakan media visual yang interaktif, serta melakukan evaluasi program secara berkala.
